Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti lingkungan MTs Al Manshuriyah pada hari Jumat, 10 April 2026. Sejak pagi hari, seluruh siswa, guru, dan staf kependidikan telah berkumpul untuk melaksanakan agenda besar tahunan, yakni pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) masa bakti 2026/2027. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum penting bagi madrasah untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini.
Halaman madrasah disulap menjadi area pemungutan suara yang tertata rapi, menyerupai proses pemilihan umum sesungguhnya. Terdapat papan informasi yang memampang visi, misi, serta program kerja dari ketiga pasangan calon yang berkompetisi. Setiap kandidat sebelumnya telah melewati rangkaian seleksi ketat, mulai dari tes tertulis, uji kemampuan kepemimpinan, hingga debat terbuka yang dilakukan seminggu sebelumnya.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala MTs Al Manshuriyah. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa siapa pun yang terpilih nanti harus mampu membawa perubahan positif bagi madrasah. Beliau juga mengingatkan para siswa untuk menggunakan hak pilihnya secara cerdas, tanpa ada unsur paksaan atau pengaruh dari pihak luar, demi kemajuan organisasi siswa ke depan.
Prosesi pemilihan dimulai dengan simulasi pencoblosan oleh jajaran dewan guru sebagai contoh bagi para siswa. Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai tata cara memberikan suara yang sah. Setelah itu, giliran siswa kelas IX mengawali antrean di bilik suara, disusul oleh adik-adik kelas mereka secara teratur sesuai jadwal yang telah ditentukan panitia.
Panitia pemilihan yang terdiri dari pengurus OSIS lama bekerja dengan sangat profesional. Mereka memastikan setiap pemilih mendapatkan surat suara yang bersih dan mengarahkan mereka menuju bilik suara dengan tertib. Kedisiplinan panitia ini mendapatkan apresiasi dari para guru karena mampu menjaga alur kegiatan tetap kondusif tanpa mengganggu waktu ibadah salat Jumat.
Menjelang siang, antrean siswa masih terlihat mengular namun tetap terorganisir dengan baik. Uniknya, pemilihan tahun ini juga mengintegrasikan aspek ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik pada perlengkapan logistik pemilihan. Semangat "Madrasah Hijau" pun tetap terpancar di tengah hiruk pikuk pesta demokrasi siswa tersebut.
Ketiga pasangan calon tampak duduk di kursi tunggu dengan raut wajah yang bercampur antara tegang dan optimis. Mereka saling melempar senyum dan berjabat tangan, menunjukkan sportivitas yang tinggi di hadapan rekan-rekan mereka. Sikap ini menjadi teladan nyata bahwa kompetisi tidak seharusnya merusak tali silaturahmi antar-santri di lingkungan madrasah.
Tepat pukul 11.30 WIB, proses pemungutan suara dihentikan sementara untuk memberikan kesempatan kepada seluruh warga madrasah melaksanakan salat Jumat berjamaah. Momen ibadah ini dimanfaatkan untuk mendoakan agar pemimpin yang terpilih nantinya adalah sosok yang amanah, religius, dan mampu mengayomi seluruh siswa tanpa membeda-bedakan.
Setelah pelaksanaan salat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan agenda yang paling dinanti, yaitu penghitungan suara. Seluruh siswa berkumpul di depan panggung utama untuk menyaksikan proses pembukaan kotak suara. Suasana yang tadinya tenang berubah menjadi riuh dengan sorak-sorai pendukung saat satu per satu surat suara dibacakan oleh petugas.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika perolehan suara antar pasangan calon terlihat saling mengejar dengan selisih yang sangat tipis. Saksi dari masing-masing kandidat mengamati dengan jeli setiap lembar kertas yang dibuka untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam pencatatan. Transparansi benar-benar dijunjung tinggi dalam proses penghitungan suara di siang yang terik itu.
Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya pasangan calon nomor urut dua dinyatakan sebagai pemenang dengan perolehan suara mayoritas. Kemenangan ini disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin. Meski ada rasa kecewa bagi pendukung pasangan lain, suasana tetap terkendali berkat kedewasaan sikap yang ditunjukkan oleh para kandidat yang kalah.
Ketua OSIS terpilih kemudian diberikan kesempatan untuk menyampaikan pidato singkat di atas panggung. Dengan nada bicara yang rendah hati, ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan berjanji akan merangkul semua pihak, termasuk rivalnya dalam pemilihan ini. Ia menegaskan bahwa OSIS adalah milik bersama untuk kemajuan MTs Al Manshuriyah.
Penyerahan jabatan secara simbolis dilakukan oleh Ketua OSIS periode sebelumnya kepada Ketua OSIS baru di hadapan para guru. Momen ini menandai estafet kepemimpinan telah berpindah tangan. Harapan besar digantungkan pada pundak pengurus baru untuk menghidupkan kembali kegiatan ekstrakurikuler dan program keagamaan yang menjadi ciri khas madrasah.
Guru pembina OSIS dalam penutupnya menyampaikan rasa bangga atas kelancaran acara ini. Beliau menilai bahwa tingkat partisipasi siswa tahun ini mencapai hampir 100 persen, yang menunjukkan tingginya kepedulian siswa terhadap masa depan organisasi mereka. Hal ini menjadi indikator keberhasilan pendidikan politik dan karakter di MTs Al Manshuriyah.
Kegiatan hari itu diakhiri dengan sesi foto bersama dan doa penutup. Meski lelah, wajah-wajah siswa memancarkan kepuasan karena telah menjadi bagian dari sejarah kecil di madrasah mereka. Pemilihan Ketua OSIS pada 10 April 2026 ini akan selalu diingat sebagai hari di mana demokrasi, ukhuwah, dan semangat belajar kepemimpinan menyatu dengan indah di MTs Al Manshuriyah.

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

Posting Komentar