Penerapan mata pelajaran baru yang bertajuk KKA (Koding dan Kecerdasan Artifisial) menjadi sorotan utama dalam agenda pendidikan madrasah tahun ini. Kebijakan ini merupakan respon cepat madrasah dalam mengakomodasi kebutuhan kompetensi abad ke-21 yang menuntut penguasaan logika pemrograman dan pemahaman teknologi cerdas. Dengan adanya KKA, MTs Al Manshuriyah berupaya mencetak generasi yang tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga inovator.
Landasan hukum utama dari penambahan mata pelajaran ini adalah Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025. Peraturan terbaru tersebut memberikan mandat kepada lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama untuk melakukan transformasi kurikulum yang relevan dengan perkembangan sains dan teknologi. MTs Al Manshuriyah menjadi salah satu garda terdepan dalam mengimplementasikan kebijakan nasional tersebut secara konkret.
Dalam mata pelajaran Koding, siswa akan diajak untuk mengenal dasar-dasar algoritma, struktur data, hingga bahasa pemrograman yang ramah bagi usia remaja. Proses pembelajaran dirancang secara interaktif agar siswa dapat mengasah kemampuan computational thinking mereka. Targetnya, setiap siswa mampu menyusun logika penyelesaian masalah melalui baris-baris kode yang sistematis dan efisien.
Sementara itu, pada bagian Kecerdasan Artifisial (AI), fokus utama terletak pada pengenalan konsep machine learning dan etika penggunaan teknologi AI. Siswa akan mempelajari bagaimana data diproses oleh mesin untuk menghasilkan keputusan cerdas. Hal ini sangat penting agar para siswa memahami cara kerja algoritma yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mesin pencari hingga media sosial.
Pihak madrasah telah melakukan persiapan matang sebelum merilis mata pelajaran ini, termasuk pembaharuan fasilitas laboratorium komputer. Perangkat keras yang mumpuni disediakan untuk mendukung proses simulasi program dan pengolahan data ringan. Lingkungan belajar yang suportif ini diharapkan dapat memicu antusiasme siswa dalam mengeksplorasi potensi diri di bidang teknologi informasi.
Selain sarana fisik, MTs Al Manshuriyah juga telah menyelenggarakan pelatihan intensif bagi tenaga pengajar. Para guru dibekali dengan modul ajar terbaru yang selaras dengan standar KMA 1503 Tahun 2025 agar materi KKA tersampaikan dengan metode yang menarik dan mudah dipahami. Sinergi antara guru yang kompeten dan kurikulum yang mutakhir menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Integrasi KKA dalam jadwal mingguan Semester Genap ini juga bertujuan untuk membangun karakter siswa yang kritis dan analitis. Melalui proyek-proyek kecil dalam kelas koding, siswa dilatih untuk bersabar dalam melakukan debugging dan mencari solusi atas kesalahan program. Sikap pantang menyerah ini merupakan nilai tambah yang selaras dengan visi pendidikan karakter di lingkungan madrasah.
Kepala MTs Al Manshuriyah menegaskan bahwa penambahan mata pelajaran KKA bukan sekadar mengikuti tren, melainkan kebutuhan mendesak. Di tahun 2026 ini, penguasaan teknologi bukan lagi pilihan, melainkan syarat mutlak untuk bersaing secara global. Dengan bekal pengetahuan koding dan AI, lulusan madrasah diharapkan memiliki daya tawar yang tinggi saat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sebagai penutup, langkah inovatif MTs Al Manshuriyah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi madrasah lain dalam mengimplementasikan KMA 1503 Tahun 2025. Semangat transformasi digital yang diusung menunjukkan bahwa pendidikan madrasah mampu beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai religius. Masa depan yang cerdas dan berakhlak mulia kini mulai dirajut melalui baris-baris kode di ruang kelas MTs Al Manshuriyah.

Posting Komentar